12 Lagu Anak-Anak Jaman Dulu

Sahabat-sahabat blogger mungkin masih ingat waktu masih kecil dulu dengerin lagu macem balon ku ada lima, aku seorang kapiten dll, bicara tentang lagu anak-anak sekarang udah beda dengan jaman dulu, mungkin juga sahabat blogger pernah lihat di salah satu televisi swasta yang acaranya Ido** Ci***, aku mau tanya pas melihat acara tersebut, apa sich yang tersirat dalam pikiran kalian ?
Pasti yang berhubungan dengan anak-anak kan? Panggungnya warna-warni, konsepnya anak-anak, judulnya juga anak-anak, tapi kok lagunya????
Bayangin ajah, Kalo lagu2nya balonku atau pelangi2 sih oke, di acara ini, lagu yang dinyakan adalah lagunya orang dewasa?  ihahahahhaha, Hello???
Kasihan banget lagunya sekarang udah lagu percintaan. Dulu sih aku lagunya murni anak kecil, secara masih kecil gitu. Tapi sejujurnya aku kasihan juga, kalau menurut aku ini bukan salah si anak, tapi emang penyanyi anak-anak jaman sekarang udah jarang muncul di TV. Kalaupun ada, yah lagunya pasti Radja, atau Ratu, atau Kuburan Band Dll.
Well, bagaimanapun juga aku tetep seneng banget bisa menyanyi lagu anak anak waktu TK, tidak seperti sekarang..hahhahahha

Dalam postingan kali ini aku tidak akan bahas lagu anak-anak jaman sekarang,  tapi akan membahas beberapa lagu anak-anak jaman dulu, tahukah kawan, Ternyata lagu anak-anak yang populer jaman dulu  kalau di cermati banyak mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi. kalau tidak percaya Berikut buktinya:

1. “Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… Merah (1), Kuning (2), Kelabu (3), Merah Muda (4) dan Biru (5) meletus balon hijau (6), dorrrr!!!”

Perhatikan warna-warna kelima balon tersebut., kenapa tiba-tiba muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5! bener nggak kawan ? kalau salah tolong dibenarkan he... he.....

2. “Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”

Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) . Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dengan kondisi pedang panjangnya!

3. “Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..”

Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

4. “Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X”

Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi !  Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yang tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan saja, gak maju-maju!

5. “Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama”

Nah, yg begini ini yang parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta- Bandung dan Jakarta-Surabaya!

6. “Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul-siul sepanjang hari dg tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..”

Lagu juga tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yang sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!

7. “Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”

Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!

8. “nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk”

Anak2 indonesia diajak tidur dengan lagu yang “mengancam”

9. “Bintang kecil dilangit yg biru…”
Bintang kan adanya malem, lah kalo malem bukannya langit item?

10. “Ibu kita Kartini…harum namanya.”

Namanya Kartini atau Harum?

11. “Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. naik delman istimewa kududuk di muka.”

Nah, gak sopan khan..

12. “Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”

Kalo mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam-dalam

Memang lebih mudah kita mencari kesalahan orang lain, tapi bukan berarti kita tidak boleh berpikir kritis.

0 komentar:

Poskan Komentar